Selasa, 21 April 2015

Hendrar Prihadi Sabet Anugerah Kadin Award 2014



Hendrar Prihadi menjadi salah satu dari enam kepala daerah yang memperoleh anugrah Kadin Award 2014. Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi memperoleh penghargaan sebagai Kepala Daerah Kinerja Terbaik untuk Pengembangan Dunia Usaha. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, bersama Ketua Kadin, Jateng Kukrit Suryo Wicaksono, di Hotel Oaktree, Semarang, Rabu (26/11).
Hendi dinilai memiliki kemampuan untuk perbaikan citra dan manfaat bagi masyarakat, serta memiliki cara membangun sinergitas dan menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif.
Meski berusia muda, Hendi memang memiliki peran besar dalam mewujudkan impian menjadikan Kota Semarang sebagai Kota Metropolitan.
Pria kelahiran Semarang, 30 Maret 1971 ini mengatakan, di era kepemimpinannya, Pemerintah Kota Semarang memang memberikan prioritas lebih pada dunia usaha. Hal itu sebagai upaya mempercepat laju kemajuan kota. Bahkan beberapa tahun belakangan investasi di Kota Semarang mengalami kenaikan. Data 2013, investasi di Kota Semarang nilainya mencapai Rp 5,3 triliun atau meningkat 46 %.
”Semarang layak dijadikan tempat berinvestasi. Sebab kota ini memiliki daya dukung investasi yang luar biasa karena berada di tengah-tengah jalur perdagangan Pulau Jawa,” ungkapnya.
Menurut dia, indikator peningkatan investasi di Kota Semarang terlihat dari peningkatan jumlah industri dari 3.559 unit (2012) menjadi 3.589 unit (2013) atau terjadi peningkatan sebesar 0,84%. Sedangkan dari nilai investasi, secara prosentase kenaikannya pada tahun 2011 (38,82%), tahun 2012 (27,69%), dan tahun 2013 (46,17%).
“Otomatis peningkatan nilai investasi ini berdampak baik terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja dari 16.513 orang (2011) menjadi 20.370 orang (2012), dan 26.272 orang (2013),” katanya.
Investasi yang ditanamkan di Kota Semarang, tambahnya, mayoritas pada sektor properti seperti pembangunan hotel dan rumah.
“Dengan kondisi tersebut kami akan mendorong agar investor dapat berkomunikasi dengan kami untuk mendapatkan lokasi investasi yang sesuai dengan regulasi yang ada,” katanya.
Sebagai informasi, Kota Semarang memang mengalami pertumbuhan yang relatif pesat beberapa tahun terakhir. Salah satu indikasinya adalah semakin tumbuhnya menara atau gedung-gedung tinggi di beberapa kawasan, baik untuk perkantoran, mal, hotel, maupun fungsi lainnya. Data dari Pemkot Semarang menunjukkan, saat ini sudah ada 48 gedung tinggi di Kota Semarang.
Hendi juga menjamin akan memberikan kemudahan, kenyamanan, keamanan, dan kepastian investasi di wilayahnya. Apalagi perkembangan ekonomi di Kota Semarang semakin hari makin berkembang dan hal itu diharapkan bisa menjadi pertimbangan bagi in­ves­tor untuk menanamkan investasinya.
“Kami tetap komitmen memberikan pelayanan dan ja­minan kemudahan perizinan, ja­minan keamanan, serta jaminan hukum. Dalam hal operasional tentu lebih murah dibanding ber­investasi di Jakarta, Surabaya, atau kota besar lain di Jawa Barat. Ada kemudahan perizinan bagi investor, kami bantu mereka se­suai syarat dan prosedur yang ber­laku. Ini menjadi poin penting. Jangan sampai investor memasukkan izin tapi ternyata tidak keluar-ke­luar atau sudah menanamkan in­vestasi justru enggak aman. Ke depan ka­mi ingin ada kepas­tian untuk investor,” katanya.

Sumber: Semarang Daily

Kota Semarang Meraih Penghargaan Kota Terbaik Internasional sewaktu Hendrar Prihadi

WALIKOTA SEMARANG HENDRAR PRIHADI MENERIMA PENGHARGAAN 

SEMARANG - Kota Semarang meraih penghargaan internasional sebagai kota terbaik (best city) dan Walikota terbaik (best city manager) kategori Dynamic Growth city dari Europe Business Assembly di Italy Socrates Award.
Selain itu, Walikota Semarang Hendar Prihadi juga mendapat penghargaan sebagai kepala daerah terbaik kategori pengelolaan pesisir (coastal management).  Berbagai penghargaan itu diumumkan saat  upacara HUT RI ke 69 di halaman Balai Kota Semarang.
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dalam sambutannya, mengatakan kemerdekaan dan kebebasan yang kita nikmati saat ini, bukanlah hadiah yang jatuh dari langit atau “wehwehan” dari negara lain, melainkan rahmat dari Allah SWT. “Pembangunan di Kota Semarang sudah on the right track,” katanya.

Sumber: Tribun Jateng

Di Era Hendrar prihadi, Pemerintah Kota Semarang Terima Penghargaan dari KPU

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima penghargaan Mitra Strategis Pemilu dari KPU Pusat

SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperoleh penghargaan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai “Mitra Strategis Pemilu”. 

Hal itu karena dedikasi, kerja keras, dan prestasinya pada saat penyelenggaraan Pemilu 9 Juli lalu, serta dukungan pemkot dalam penyelenggaraan pemilu. Penghargaan tersebut diberikan pada kemarin dalam acara Rakernas KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/kota di Hall Ecovention Ecopark Ancol, Taman Impian Jaya Ancol-Jakarta. 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wapres Jusuf Kalla kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Penghargaan diberikan dalam beberapa nominasi di antaranya kategori kreasi dan partisipasi pemilu, transparansi informasi pemilu, daftar pemilih berkualitas, pemilu akses, iklan layanan masyarakat kreatif, dan penyelenggara pemilu berkualitas. 

Hendrar Prihadi dalam event ini menerima penghargaan kategori Lembaga dari KPU. Selain itu, KPU Kota Semarang juga meraih KPU Award kategori kreasi sosialisasi dan partisipasi pemilih terbaik, yang diterima oleh Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono. 

Dalam event tersebut pula diberikan penghargaan kepada lembaga maupun perorangan yang telah berkontribusi dalam pemilu 2014, di antaranya BJ Habibi dan kepada Moh Hatta. 

Hendrar Prihadi seusai menerima penghargaan menyampaikan bahwa KPU Award ini merupakan penghargaan yang didedikasikan buat warga Semarang, yang menjunjung tinggi nilai demokratis dalam penyelenggaraan pemilu dengan berpartisipasi secara nyata. “Tetap mengedepankan kebersamaan. Saling menghormati maka penghargaan ini dapat diperoleh. Sehingga kondusivitas kota tetap terjaga,” ujarnya. 

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang telah bekerja keras mengamankan pemilu di Kota Semarang.“Karena tanpa mereka penghargaan ini tak bisa diperoleh,” tandasnya.

Sumber: Koran SINDO

http://www.koran-sindo.com/read/939087/151/pemkot-terima-penghargaan-dari-kpu-1418886845

Semarang Sabet 3 Penghargaan era Hendrar Prihadi

Wali Kota Hendrar Prihadi (tiga dari kiri) saat menerima penghargaan Komisi Informasi Jateng Award

SEMARANG - Kota Semarang mendapat penghargaan tingkat Provinsi Jawa Tengah di tiga kategori sekaligus dalam bidang pelayanan informasi publik.

Keberhasilan itu membuat kota ini menyandang predikat juara umum dan mengukuhkannya sebagai badan publik terbaik. Keterbukaan informasi publik diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Pemeringkatan badan publik terbaik se-Jawa Tengah dilakukan oleh Komisi Informasi Jateng.

Penganugerahannya dilaksanakan di Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo. Penghargaan yang diterima Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yakni dari kategori Kelembagaan, Kinerja Terbaik, dan Pelayanan Informasi Publik. Pihaknya juga sangat mendukung adanya keterbukaan informasi publik. “Melalui event ini, badan publik berlomba- lomba melakukan transparansi dan memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat,” ujarnya kemarin.

Pemkot terus mendorong satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk terbuka dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Apalagi dengan adanya PPID di setiap SKPD, tentu akan mempermudah dan mempercepat pelayanan informasi,” kata Hendrar Prihadi. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menilai upaya melalui pemeringkatan pelayanan informasi publik dari badan publik ini sangat baik dalam rangka mewujudkan clean government.

Ketua Komisi Informasi Jateng Rahmulyo menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan mengoptimalkan pengawasan publik dan mengembangkan masyarakat informasi. “Melalui adanya evaluasi, memberikan penilaian atas badan publik, mewujudkan penyelenggaraan negara, eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta badan lain yang fungsi dan tugasnya berkaitan dengan penyelenggaraan negara,” paparnya.
Sumber: Koran SINDO

Hendrar Prihadi: Sudah Nggak Zamannya Suap-suapan

Wali Kota Hendrar Prihadi menerima penghargaan Gratifikasi Award dari KPK, Selasa (9/12). Foto Metrosemarang

SEMARANG – Kinerja Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam mendukung antikorupsi di pemerintahannya mendapatkan apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi rasuah tersebut, memberikan penghargaan bertitel gratifikasi award.
Penghargaan itu merupakan kali kedua diterima oleh wali kota Semarang. Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja menyerahkan penghargaan itu di Graha Sabha Pramana, UGM Yogyakarta, pada event festival antikorupsi 2014, Selasa (9/12).
Penghargaan dilakukan atas konsistensi wali kota dalam melaporkan gratifikasi ke KPK. Melalui penghargaan tersebut, dia dianggap sebagai kepala daerah yang melaporkan gratifikasi terbanyak selama tahun 2014.
Keaktifannya dalam mendukung antikorupsi tersebut dibuktikan dengan melaporkan sejumlah pemberian kepadanya, serta melaporkan hasil kekayaannya yang diperoleh selama menjabat sebagai Wali Kota Semarang.
Usai menerima trofi dan piagam tersebut, Hendi, panggilan akrab wali kota, menyebutkan bahwa apa yang diterimanya semata-mata untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan transparan, serta bekerja sama dengan Inspektorat dalam hal pelaporan.
‘’Kami berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi di antaranya dengan melaporkan apa yang sekiranya tidak wajar kepada KPK melalui Inspektorat,’’ katanya.
Dia juga kerap menegaskan kepada jajarannya untuk melakukan hal yang sama. ‘’Kepala SKPD sudah sering saya ingatkan untuk melaporkan apabila ada pemberian dari siapapun. Sudah gak ada zamannya lagi suap-suapan,’’ tegasnya.
Terakhir dia menyerahkan barang berupa bingkisan parcel Lebaran, Natal dan Tahun Baru 2014 dari masyarakat ke KPK. Semuanya ada 16 jenis barang diduga gratifikasi bernilai jutaan rupiah. Selain parcel juga barang berbentuk makanan.
Kepala Inspektorat Kota Semarang Cahyo Bintarum mengatakan, barang-barang diduga gratifikasi itu diserahkan ke Dirjen Kekayaan Negara. Selanjutnya dilelang dan uangnya dimasukkan kas negara. Jumlah gratifikasi tahun ini turun sekitar 30% dari tahun sebelumnya.
‘’Rata-rata pemberian diduga gratifikasi itu diberikan saat moment Lebaran, dalam bentuk parcel, makanan dan barang. Selain wali kota juga ditujukan ke sekda dan pejabat lain,’’ ujarnya.
Barang-barang gratifikasi yang diserahkan ke KPK itu antara lain seperti satu set coffee maker senilai Rp 1,5 juta, keramik senilai Rp 2 juta, suvenir senilai Rp 800.000, parcel senilai Rp 1,5 juta, kain bantal  Rp 450.000, hingga sprei senilai Rp 200.000

Sumber: MetroSemarang

Sering Lapor Gratifikasi, Walikota Semarang Hendrar Prihadi Dapat Award dari KPK



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan berupa Gratifikasi Award kepada Walikota Semarang, Jawa Tengah Hendrar Prihadi. Hal ini karena Hendrar selalu melaporkan penerimaan hadiah yang diterimanya.

Penghargaan itu diberikan langsung Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Selasa 9 Desember 2014 pada Festival Antikorupsi 2014.

Pada 2013 lalu, Walikota Semarang juga mendapatkan penghargaan yang sama. KPK Award tersebut diberikan karena Hendrar Prihadi tak pernah absen dalam melaporkan penerimaan hadiah sekecil apapun. 

"Sebenarnya Award ini adalah penanda bahwa berbuat jujur itu tetap mendapat apresiasi. Award ini saya dedikasikan kepada jajaran birokrasi Pemkot Semarang, semoga mereka terpacu untuk berani jujur," kata Hendrar Prihadi kepada Liputan6.com, Rabu (10/12/2014).

Selain melaporkan setiap penerimaan hadiah, walikota yang akrab disapa Hendi ini juga rutin melaporkan hasil kekayaan selama menjabat Walikota Semarang. Dia melaporkan melalui Inspektorat Pemkot Semarang dan tidak langsung ke KPK karena ingin menularkan virus jujur.

"Laporan saya melalui inspektorat dan tidak langsung ke KPK, namun inspektorat yang melaporkan ke KPK. Tujuannya mengajak birokrasi terlibat dalam pemberantasan korupsi. Sebagai langkah awal dengan melaporkan apa yang sekiranya tidak wajar kepada KPK melalui Inspektorat," kata Hendi.

Saat Hendi masih menjabat sebagai Wakil Walikota, birokrasi Pemkot Semarang sangat lekat dengan budaya suap menyuap. Termasuk saat harus mengegolkan APBD. Praktik itu berhenti setelah KPK turun tangan dengan operasi tangkap tangan yang akhirnya menjebloskan Walikota Soemarmo HS.

Setelah naik menjadi Walikota definitif, Hendy membuat gebrakan dengan transparansi dan kesederhanaan. Bahkan untuk menghemat anggaran belanja, Hendy menolak tinggal di rumah dinas Walikota. 

"Kepala SKPD sudah sering saya ingatkan untuk melaporkan apabila ada pemberian dari siapapun. Sudah nggak zamannya lagi suap-suapan," kata Walikota.

Sementara itu dalam sambutannya, Wakil ketua KPK Andan Pandu Praja mengatakan, penghargaan itu bukan sekedar seremonial dan gagah-gagahan. Namun sebagai apresiasi yang diharapkan mampu menjadi motivasi dan contoh bagi lembaga kementrian, badan, dan kepala daerah lain dalam membangun suatu pemerintahan yang jujur dan transparan.

"Selain itu dapat menjadi gerakan sosial membangun budaya antikorupsi, dengan menjadikan masyarakat sebagai sasaran utama sekaligus sebagai pelaku atau penggeraknya. Serta memupuk kesadaran, membentuk sikap, dan serta mau bersama-sama melakukan aksi melawan korupsi," kata Adnan Pandu Praja.

Sumber: Liputan6

http://news.liputan6.com/read/2145351/sering-lapor-gratifikasi-walikota-semarang-dapat-award-dari-kpk